Oli Transmisi Manual : Ganti Oli Sendiri ? Bisa!

Mar 28, 2020 | Mobil, Tips, Tutorial | 0 comments

Oli Transmisi Manual – Oli transmisi memiliki peranan penting dalam kendaraan. Sebagaimana oli mesin, oli transmisi juga berguna untuk melumaskan kendaraan, baik motor ataupun mobil. Bahkan kesehatan mesin sangat dipengaruhi oleh oli yang diberikan serta rutin tidaknya kita mengganti oli. 

Fungsi oli transmisi sendiri adalah untuk memuluskan kinerja dari setiap komponen mesin yang ada agar pergerakannya tak terhalang oleh gesekan kasar dan terjadinya karat.

Oli transmisi juga berfungsi sebagai penghantar dalam mekanisme perpindahan gigi otomatis pada transmisi matik, ia juga berperan sebagai pelumasnya. Pada mobil transmisi manual, ada wadah tempat oli transmisi berada. Oli transmisi juga sedikit berbeda dari oli mesin atau oli matic jika kita telisik lebih lanjut.

Pergantian oli transmisi ini juga sangat diperlukan. Hal ini dilakukan agar dapat menghindari efek buruk yang akan terjadi pada mesin kendaraan. Kerusakan fatal bisa disebabkan karena ketidaktahuan kita akan penting oli transmisi serta penggantiannya, seperti perpindahan gigi yang agak berat dan kadang menghentak, lalu oli transmisinya juga sudah berwarna pekat dan sangat bau, hingga baunya seperti bau terbakar, dan akhirnya akan memperpanjang rantai kerusakan.

Oleh karena itu, mengenal tanda -tanda oli transmisi manual harus diganti merupakan suatu hal yang perlu kita pahami. Ada empat tanda yang paling mudah untuk dideteksi seperti berikut ini.

oli transmisi manual

1. Mobil Terasa Lebih Berat Saat Berjalan

Salah satu tanda kerusakan pada transmisi manual yang paling terasa adalah ketika mobil terasa lebih berat saat digunakan berjalan. Bahkan terkadang diiringi dengan munculnya bunyi-bunyi aneh yang berasal dari transmisi.

Kalau kamu menemui kendala semacam ini, maka hal itu menandakan oli transmisi harus segera diganti. Jika Anda merasa sangat sulit saat akan mengoper gigi, ini juga menandakan kondisi oli transmisi sudah tidak bagus dan membutuhkan penggantian.

2. Lampu Check Engine yang Menyala

Meskipun menyalanya lampu check engine juga dapat menjadi pertanda jika terjadi kerusakan pada komponen lain di luar transmisi, tapi ini bisa menjadi pengingat awal jika terjadi masalah pada sistem transmisi mobil. Dengan begitu, tidak ada salahnya untuk segera melakukan pengecekan pada kondisi oli mobil kamu.

3. Adanya Suara Dengung

Tanda oli transmisi manual harus diganti selanjutnya adalah ketika anda mendengar terdapat bunyi aneh yang muncul dari sistem transmisi mobil. Pada mulanya dengungan tersebut mirip seperti suara yang berasal dari mesin, namun lama-lama akan berubah menjadi keras dan mirip seperti bunyi ketukan benda-benda tumpul. Suara tersebut sebenarnya berasal dari komponen-komponen yang ada di dalam sistem transmisi yang saling berbenturan dikarenakan pergerakannya yang terhambat. Hal ini dikarenakan pengaruh kuat dari oli transmisi. 

4. Kondisi Oli Berubah Warna

Tanda oli transmisi wajib diganti selanjutnya adalah warna yang awalnya berwarna merah kecoklatan dan jernih berubah menjadi warna menjadi gelap bahkan menimbulkan bau terbakar. Jika sudah demikian, maka oli transmisi manual harus segera diganti. Kondisi ini pula lah yang terkadang menjadi sebab mobil ngebul. jika kondisinya sudah buruk, maka tentu saja kerja mobil menjadi terhambat.

Fungsi Oli Transmisi Manual

– Menjaga komponen mesin 

Pernah merasakan suara mesin lebih kasar dibandingkan biasanya? Biasanya hal ini kerap terjadi untuk kamu yang memiliki mobil. Dengan rajin melakukan penggantian oli transmisi secara berkala, maka efek positif yang didapatkan untuk mesin adalah semakin lancarnya gesekan antar komponen mesin sehingga hal ini akan mengawetkan mesin itu sendiri.

BACA LAGI  Tips Memilih Sarung Mobil Sedan dengan Kualitas Terbaik

– Kinerja mesin yang meningkat

Jika Anda melakukan penggantian oli transmisi manual secara berkala, pasti Anda merasakan performa mesinnya akan meningkat. Ada perubahan yang terjadi pada mesin saat oli transmisi diganti. 

Perubahan tersebut disebabkan karena zat pada oli transmisi mampu membuat kinerja mesin seperti baru lagi serta memuluskan pergerakannya sehingga sangat berpengaruh terhadap jalannya kendaraan kamu. 

Begitu pun sebaliknya, oli transmisi yang tidak diganti akan menjadi pekat hitam dan kental sehingga fungsi dasar oli tadi yang seharusnya menjadi pelumas, justru fungsi itu semakin menurun dikarenakan kualitas olinya yang sudah tidak bagus lagi seiring berjalannya waktu. 

Contoh salah satu dampaknya adalah keluarnya asap hitam dari kendaraan yang mana itu tidak normal bagi kendaraan. Keluarnya asap hitam sudah menandakan bahwa Anda harus mengganti oli transmisinya dengan yang baru.

– Mencegah debu atau kotoran terkontaminasi pada mesin 

Oli transmisi yang sudah lama tidak diganti akan menjadi sangat kotor dan mengental, dari hal tersebut dapat mengakibatkan komponen bagian dalam transmisi kendaraan akan mengalami kerusakan. Tentunya hal ini akan berlanjut jadi kerusakan berantai. 

Jika dibiarkan, maka debu atau kotorannya terkumpul dan akan terjadi lecet komponen mesin karena gesekan kasar dan ini berpotensi menimbulkan karat juga goresan pada setiap komponen mesin.

– Mencegah Turunnya Mesin

Oli transmisi begitu memiliki peranan andil dalam mengantisipasi turun mesin.Kalau kamu tidak rutin melakukan penggantian oli transmisi manual, besar kemungkinan kamu akan mendapati kendaraan kamu mogok.  

Mogok tersebut disebabkan karena komponen dalam mesin yang berupa logam akan semakin kesat dan kasar. Nah, inilah yang kemudian menjadi penyebab turun mesin atau mogok. 

Tentu kejadian ini merupakan sesuatu yang sangat tidak diharapkan bagi setiap pengendara, termasuk juga kamu. Apalagi saat tengah dalam perjalanan, karena tentu saja tujuan berkendara adalah ingin adanya sebuah perjalanan yang lancar tanpa adanya gangguan.

Cara Mengganti Oli Transmisi Manual

Cara mengganti oli transmisi manual yang pertama adalah dengan memposisikan mobil di jalanan yang rata atau anda naikkan ke tempat yang biasa untuk setting knalpot atau cuci steam supaya lebih leluasa ketika dibawah mobil.

Akan tetapi, jika tidak ada maka kamu bisa melakukannya seperti langkah mengganti oli gardan, yaitu kita harus ngolong dari bawah dengan cara tidur. Setelah itu, dongkrak area depan di sekitar roda depan bagian belakang dan naikkan mobil semaksimal mungkin supaya lebih lega ketika kita masuk ke bawah. 

Selanjutnya kamu bisa menyiapkan wadah untuk menampung oli bekas kemudian masuk ke bawah mobil di posisi transmisi atau dibawah batas antara jok depan dengan jok tengah. Setelah itu, kendorkan dan lepaskan baut lubang drain dengan kunci shock atau kunci ring 24.

Posisi lubang drain adalah yang di bawah dan lubang pengisian adalah yang di posisi atas. Setelah oli keluar sampai habis atau sampai tidak menetes lagi maka pasang kembali baut drain kemudian tuangkan oli transmisi yang tadi sudah dibeli.

Nah, itu dia gambaran mengenai oli transmisi manual, dari komponen, fungsi akan pentingnya oli transmisi, hingga cara penggunaannya. Dengan mengetahui berbagai hal di atas, diharapkan kedepannya Anda bisa lebih memperhatikan lagi oli transmisi dan bisa mengganti oli transmisi manual di kendaraan Anda sendiri.

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *